sejarah jepang
Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Jepang telah
dihuni manusia
purba setidaknya
600.000 tahun yang lalu, pada masa Paleolitik Bawah. Setelah beberapa zaman es yang terjadi pada masa jutaan tahun
yang lalu, Jepang beberapa kali terhubung dengan daratan Asia melalui jembatan
darat (dengan Sakhalin di utara, dan kemungkinan Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan perpindahan
manusia, hewan, dan tanaman ke kepulauan Jepang dari wilayah yang kini
merupakan Republik
Rakyat Cina dan Korea. Zaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan
bebatuan yang telah dipoles yang pertama di dunia, sekitar tahun 30.000 SM.
Dengan berakhirnya zaman es terakhir
dan datangnya periode yang lebih hangat, kebudayaan Jomon muncul pada sekitar 11.000 SM, yang bercirikan gaya
hidup pemburu-pengumpul semi-sedenter Mesolitik hingga Neolitik dan pembuatan kerajinan tembikar terawal di dunia. Diperkirakan
bahwa penduduk Jomon merupakan nenek moyang suku Proto-Jepang dan suku Ainu masa kini.
Dimulainya periode Yayoi pada sekitar 300 SM menandai kehadiran
teknologi-teknologi baru seperti bercocok tanam padi di sawah yang berpengairan dan teknik pembuatan perkakas dari besi dan perunggu yang dibawa serta migran-migran
dari Cina atau Korea.
Dalam sejarah Cina, orang Jepang
pertama kali disebut dalam naskah sejarah klasik, Buku Han yang ditulis tahun 111. Setelah periode Yayoi disebut periode Kofun pada sekitar tahun 250, yang bercirikan didirikannya negeri-negeri militer
yang kuat. Menurut Catatan Sejarah Tiga Negara, negara paling berjaya di kepulauan
Jepang waktu itu adalah Yamataikoku.
Pada 31 Maret 1854, kedatangan
Komodor Matthew
Perry dan "Kapal Hitam" Angkatan Laut Amerika Serikat memaksa Jepang untuk membuka diri
terhadap Dunia Barat melalui Persetujuan
Kanagawa.
Persetujuan-persetujuan selanjutnya dengan negara-negara Barat pada masa Bakumatsu membawa Jepang ke dalam krisis
ekonomi dan politik. Kalangan samurai menganggap Keshogunan Tokugawa sudah
melemah, dan mengadakan pemberontakan hingga pecah Perang Boshin tahun 1867-1868. Setelah Keshogunan Tokugawa
ditumbangkan, kekuasaan dikembalikan ke tangan kaisar (Restorasi Meiji) dan sistem domain dihapus. Semasa Restorasi Meiji, Jepang
mengadopsi sistem politik, hukum, dan militer dari Dunia Barat. Kabinet Jepang mengatur Dewan Penasihat Kaisar, menyusun Konstitusi Meiji, dan membentuk Parlemen Kekaisaran. Restorasi Meiji mengubah Kekaisaran Jepang menjadi negara industri modern dan
sekaligus kekuatan militer dunia yang menimbulkan konflik militer ketika
berusaha memperluas pengaruh teritorial di Asia. Setelah mengalahkan Cina dalam Perang
Sino-Jepang dan Rusia dalam Perang
Rusia-Jepang, Jepang
menguasai Taiwan, separuh dari Sakhalin, dan Korea.[22]
Pada awal abad ke-20, Jepang mengalami "demokrasi Taisho" yang dibayang-bayangi
bangkitnya ekspansionisme dan militerisme Jepang. Semasa Perang Dunia I, Jepang berada di pihak
Sekutu yang
menang, sehingga Jepang dapat memperluas pengaruh dan wilayah kekuasaan. Jepang
terus menjalankan politik ekspansionis dengan menduduki Manchuria pada tahun 1931. Dua tahun
kemudian, Jepang keluar dari Liga
Bangsa-Bangsa setelah
mendapat kecaman
internasional atas
pendudukan Manchuria. Pada tahun 1936, Jepang menandatangani Pakta
Anti-Komintern dengan Jerman Nazi, dan bergabung bergabung bersama
Jerman dan Italia membentuk Blok Poros pada tahun 1941[23]
Pada tahun 1937, invasi Jepang ke Manchuria memicu terjadinya Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945) yang membuat Jepang
dikenakan embargo minyak oleh Amerika Serikat[24] Pada 7 Desember 1941, Jepang
menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, dan menyatakan perang terhadap
Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Serangan Pearl Harbor menyeret AS
ke dalam Perang
Dunia II. Setelah
kampanye militer yang panjang di Samudra Pasifik, Jepang kehilangan wilayah-wilayah
yang dimilikinya pada awal perang. Amerika Serikat melakukan pengeboman strategis
terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota besar lainnya. Setelah AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 (Hari Kemenangan atas Jepang).[25]
Perang membawa penderitaan bagi
rakyat Jepang dan rakyat di wilayah jajahan Jepang. Berjuta-juta orang tewas di
negara-negara Asia yang diduduki Jepang di bawah slogan Kemakmuran
Bersama Asia. Hampir
semua industri dan infrastruktur di Jepang hancur akibat perang. Pihak Sekutu
melakukan repatriasi besar-besaran etnik Jepang dari negara-negara Asia yang pernah
diduduki Jepang.[26] Pengadilan Militer
Internasional untuk Timur Jauh yang diselenggarakan pihak Sekutu mulai 3 Mei 1946
berakhir dengan dijatuhkannya hukuman bagi sejumlah pemimpin Jepang yang
terbukti bersalah melakukan kejahatan perang.
created by : Renita Sapitri







0 komentar:
Posting Komentar